Pilkada Bali

Pilkada Bali

 

Pilkada Bali dalam rangka pemilihan Gubernur Bali periode 2013 sampai dengan 2018 dilaksanakan pada tanggal 15 Mei Tahun 2013. Jauh hari sebelum dilaksanakan, Pilkada Bali diperkirakan akan berlangsung secara tidak kondusif. Namun ternyata perkiraan tersebut berbeda dengan kenyataan, karena Pilkada Bali tetap dapat dilaksanakan dalam keadaan yang relatif aman.

 

Hasil Pilkada Bali

Hasil perhitungan rekapitulasi suara dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Bali Tahun 2013 dari sembilan kabupaten/kota yang ada dalam wilayah Provinsi Bali dalam rapat pleno di Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menunjukkan bahwa pasangan nomor urut dua Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memperoleh suara 1.063.734 (50,02%) mengungguli pasangan nomor urut satu AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dengan perolehan suara 1.062.738 (49,98%). Dalam Pilkada Bali disebutkan bahwa jumlah suara sah 2.126.472, sementara jumlah suara tidak sah 32.762.

 

Rata-rata tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Bali Tahun 2013 sebesar 74 persen. Angka golput dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Bali Tahun 2013 di setiap kabupaten/kota bervariasi. Golput terbesar terjadi di Kabupaten Buleleng, yakni sekitar 35 persen karena dari 539.450 pemilih yang terdaftar di DPT hanya sebanyak 352.231 pemilih yang menggunakan hak pilihnya di TPS. Angka golput terendah atau partisipasi tertinggi justru terjadi di Kabupaten Tabanan, yakni sekitar 16 persen. Angka partisipasi pemilih di Tabanan mencapai 84 persen atau sebanyak 297.775 pemilih yang menggunakan hak pilihnya dari 356.242 pemilih yang terdaftar di DPT.

 

Di Kota Denpasar tingkat partisipasi mencapai 68 persen, sementara Kabupaten Badung 79 persen, Kabupaten Jembrana 71 persen, Kabupaten Bangli 82 persen, Kabupaten Karangasem 71 persen, Kabupaten Klungkung 71 persen, dan Kabupaten Gianyar 81 persen.

 

Kecurangan dalam Pilkada Bali

Pilkada Bali diindikasikan telah terjadi kecurangan. Trimedya Panjaitan, selaku ketua bidang hukum DPP PDI Perjuangan menyatakan bahwa kecurangan dalam Pilkada Bali terjadi di Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Ada sedikitnya 3.000-4.000 bukti kecurangan yang telah berhasil dikumpulkan, termasuk temuan perbedaan jumlah antara hasil C1 dengan yang diputuskan oleh KPPS. Kecurangan yang ditemukan, kata Trimedya, berada di beberapa kabupaten yang masuk dalam kategori kantong-kantong suara terbanyak, seperti Buleleng, Karang Asem, dan Tabanan.

 

 Pilkada-Bali

 

Sehubungan dengan hal tersebut, maka PDIP mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Selain itu, PDIP juga mengajukan gugatan ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu.

 

Demikian informasi mengenai penyelenggaraan Pilkada Bali, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

    Share This Post !

Advertisement

One Response to “Pilkada Bali”

  1. TS Suites is HEEEL

    Jun 24. 2014

    ayo junjung tinggi keadilan

    Reply to this comment

Komentar terhadap "Pilkada Bali"